Tips Memotret Dibawah Terik Cahaya Matahari
Satu peraturan lama
dalam fotografi adalah menghindari cahaya matahari tengah hari yang keras.
Tapi, seperti juga semua peraturan dalam fotografi, pelajarilah peraturannya
lalu belajarlah untuk melanggarnya dengan efektif. Fotografer konservatif akan
bilang bahwa cahaya siang adalah mimpi buruk dan lebih baik dihindari, tapi
sebenarnya ini adalah satu peraturan fotografi yang bisa dengan mudah kamu
langgar kalau kamu mengikuti beberapa tips foto yang berhasil digunakan untuk
tipe pencahayaan natural dan ambient. memotret di bawah sinar
matahari siang yang terik tidak selalu berarti membuat foto yang buruk.
Salah satu peralatan
yang bisa membantumu mengatasi cahaya siang hari yang terlalu terik adalah lensa
telephoto medium (85mm-300mm). Jenis lensa ini memungkinkanmu untuk
mendapatkan frame yang ketat di sekeliling objek dan mengurangi jatuhnya
bayangan yang tidak diinginkan di sekitarnya.
Saat menentukan nilai
exposure, lebih baik mulailah dengan shutter speed tinggi, sekitar
1/1000 keatas, karena kamu menghadapi peraturan Sunny 16 yang mengatakan bahwa
kalau kamu memotret di hari yang terang dan mengatur shutter speed yang seimbang
dengan ISO, dan angka aperture-nya f/16, kamu akan mendapatkan exposure yang
benar. Jadi, kalau kamu mengatur ISO ke 100, dan shutter speed 1/100, maka
angka aperture-nya sebaiknya f/16. TAPI, karena kita akan belajar memotret
dengan matahari yang terik, untuk dapat mengekspos wajah objek dengan benar,
kita akan mengatur angka aperture setidaknya satu atau dua f-stop lebih cepat,
antara f/11 atau f/8. Sebagai tambahannya, kita akan coba menjaga background
tetap bersih dan out of focus dengan lensa panjang, jadi lebih baik gunakan
aperture yang lebih lebar dan naikkan shutter speed-nya. Untuk ISO 100 mungkin
membutuhkan shutter speed 1/1000 dengan f/4 atau 1/2000 dengan f/2.8 sebagai
permulaan, lalu dari situ kamu bisa menaikkan atau menurunkan shutter speed dan
angka aperture yang sesuai dengan gaya fotografimu.
kamu bisa memotret di
siang hari dengan menempatkan objek di bawah bayangan seperti pada pepohonan di
taman dan semacamnya.
Kamu juga bisa
memanfaatkan awan dan bayangan untuk menempatkan objek di bawahnya. Cobalah
mensejajarkan lensa kameramu dengan objek dan bidiklah daerah gelap di latar
belakang. Ini akan membantumu mendapatkan penampilan exposure yang benar untuk
fotomu, meskipun sebenarnya overexposed. Kalau kamu berencana memotret tepat dibawah
sinar matahari, mungkin di pantai atau padang rumput, manfaatkan reflektor –
kamu bisa gunakan selembar styrofoam putih atau selembar piringan berlapis seng
yang mudah dan murah dibuat. Arahkan reflektor ke objek untuk memantulkan
cahaya matahari dan menghilangkan bayangan pada objek yang tidak
diinginkan (mungkin kantung mata dan daerah gelap di bawah hidung pada wajah).
Atau, kamu bisa gunakan pengaturan fill-flash pada kameramu untuk menggantikan
fungsi reflektor. Mana saja yang cocok dan praktis untukmu.
Sebenarnya, pencahayaan
adalah selera pribadi. Kalau kamu merasa ingin memotret di bawah sinar matahari
yang terik, maka lakukanlah dengan efektif. Ini adalah hal yang mudah, kamu
hanya perlu memilih lensa yang benar, crop ketat, atur angka aperture dengan
benar – jika dibutuhkan, lalu gunakan reflektor atau fill-flash.

Komentar
Posting Komentar